Sebuah oleh-oleh saat berkunjung ke Nglanggeran

Foto dari anak-anak PKC (Pendaki Katok Cekak) yang berpetualang ke Gunung Api Purba ,Nglanggeran.

Foto bersana

seolah-olah ingin berjalan diatas udara

Peralatan

Beberapa alat ketika akan mengolah sebuah kayu.

lionel messi

Bintang Barcelona yang bersinar 5tahun terakhir.

Bor

Proses penyatuan dua kayu.

Sabtu, 02 November 2013

Diferensiasi

C.Pengertian DIFERENSI SOSIAL

            Merupakan pengelompokan warga masyarakat secara horizontal berdasarkan kesamaan ciri-ciri tertentu.Menurut Soerjono Soekanto, diferensiasi sosial adalah penggolongan masyarakat atas perbedaan-perbedaan tertentu yang biasanya sama atau sejajar. Jenis diferensiasi antara lain:
a. Diferensiasi ras
Ras adalah su8atu kelompok manusia dengan ciri-ciri fisik bawaan yang sama. Secara umum, manusia dapat dibagi menjadi 3 kelompok ras, yaitu Ras Mongoloid, Negroid, dan Kaukasoid. Orang Indonesia termasuk dalam ras Mongoloid.
b. Diferensiasi suku bangsa
Suku bangsa adalah kategori yang lebih kecil dari ras. Indonesia termasuk negara dengan aneka ragam suku bangsa yang tersebar dari Pulau Sumatera hingga papua.
c. Diferensiasi klen
Klen merupakan kesatuan keturunan, kepercayaan, dan tradisi. Dalam masyarakat Indonesia terdapat 2 bentuk klen utama, yaitu:
a. Klen atas dasar garis keturunan ibu (matrilineal)
Contohnya yang terdapat pada masyarakat Minangkabau.
b. Klen atas dasar garis keturunan ayah (patrilineal)
Contohnya yang terdapat pada masyarakat Batak.

d. Diferensiasi agama
Di Indonesia kita mengenal agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghuchu, dan kepercayaan lainnya.
e. Diferensiasi profesi
Masyarakat biasanya dikelompokkan atas dasar jenis pekerjaannya.
f. Diferensiasi jenis kelamin
Berdasarkan jenis kelamin, masyarakat dibagi atas laki-laki dan perempuan yang memiliki derajat yang sama.

Stratifikasi

B.Pengertian STRATIFIKSI SOSIAL
            Merupakan system pelapisan social yang membatasi kemungkinan seseorang untuk pindah dari lapisan satu ke lapisan lain, baik atas maupun bawah.
Stratifikasi berasal dari kata strata atau tingkatan. Stratifikasi sosial adalah struktur dalam masyarakat yang membagi masyarakat ke dalam tingkatan-tingkatan.
Ukuran yang dipakai bisa kekayaan, pendidikan, keturunan, atau kekuasaan. Max Weber menyebutkan bahwa kekuasaan, hak istimewa dan prestiselah yang menjadi dasar terciptanya stratifikasi sosial.
Adanya perbedaan dalam jumlah harta, jenjang pendidikan, asal-usul keturunan, dan kekuasaan membuat manusia dapat disusun secara bertingkat. Ada yang berada di atas, ada pula yang menempati posisi terbawah.
Berdasarkan sifatnya, stratifikasi sosial dapat dibagi menjadi 2:

1. Stratifikasi Sosial Tertutup
Adalah stratifikasi sosial yang tidak memungkinkan terjadinya perpindahan posisi (mobilitas sosial)
2.   Stratifikasi Sosial terbuka
Adalah stratifikasi yang mengizinkan adanya mobilitas, baik naik ataupun turun. Biasanya stratifikasi ini tumbuh pada masyarakat modern.
Bentuk-bentuk mobilitas sosial:
a. Mobilitas Sosial Horizontal
Di sini, perpindahan yang terjadi tidak mengakibatkan berubahnya status dan kedudukan individu yang melakukan mobilitas.
b. Mobilitas Sosial Vertikal
Mobilitas sosial yang terjadi mengakibatkan terjadinya perubahan status dan kedudukan individu.
Mobilitas sosial vertikal terbagi menjadi 2:
·        Vertikal naik
Status dan kedudukan individu naik setelah terjadinya mobilitas sosial tipe ini.
·        Vertikal turun
Status dan kedudukan individu turun setelah terjadinya mobilitas sosial tipe ini.
c. Mobilitas antargenerasi
Ini bisa terjadi bila melibatkan dua individu yang berasal dari dua generasi yang berbeda.
d. Stratifikasi Sosial Campuran
Hal ini bisa terjadi bila stratifikasi sosial terbuka bertemu dengan stratifikasi sosial tertutup. Anggotanya kemudian menjadi anggota dua stratifikasi sekaligus. Ia harus menyesuaikan diri terhadap dua stratifikasi yang ia anut.

Menurut dasar ukurannya, stratifikasi sosial dibagi menjadi:
a. Dasar ekonomi
Berdasarkan status ekonomi yang dimilikinya, masyarakat dibagi menjadi:

1)      Golongan Atas
Termasuk golongan ini adalah orang-orang kaya, pengusaha, penguasan atau orang yang memiliki penghasilan besar.
2)      Golongan Menengah
Terdiri dari pegawai kantor, petani pemilik lahan dan pedagang.;
3)      Golongan Bawah
Terdiri dari buruh tani dan budak.

b. Dasar pendidikan
Orang yang berpendidikan rendah menempati posisi terendah, berturut-turut hingga orang yang memiliki pendidikan tinggi.
c. Dasar kekuasaan
Stratifikasi jenis ini berhubungan erat dengan wewenang atau kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang. Semakin besar wewenang atau kekuasaan seseorang, semakin tinggi strata sosialnya. Penggolongan yang paling jelas tentang stratifikasi sosial berdasarkan kekuasaan terlihat dalam dunia politik.

Dampak adanya stratifikasi sosial:
a. Dampak Positif
Orang yang berada pada lapisan terbawah akan termotivasi dan terpacu semangatnya untuk bisa meningkatkan kualitas dirinya, kemudian mengadakan mobilitas sosial ke tingkatan yang lebih tinggi.
b. Dampak Negatif
Dapat menimbulkan kesenjangan sosial

Artikel


STRUKTUR, STRATIFIKASI DAN DIFERENSIASI SOSIAL

A.Pengertian STRUKTUR SOSIAL
            Struktur sosial merupakan keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial dan lapisan-lapisan sosial.


Ø Ciri-ciri Struktur Sosial

1. Muncul pada kelompok masyarakat
Struktur sosial hanya bisa muncul pada individu-individu yang memiliki status dan peran. Status dan peranan masing-masing individu hanya bisa terbaca ketika mereka berada dalam suatu sebuah kelompok atau masyarakat.
Pada setiap sistem sosial terdapat macam-macam status dan peran indvidu. Status yang berbeda-beda itu merupakan pencerminan hak dan kewajiban yang berbeda pula.


2. Berkaitan erat dengan kebudayaan
Kelompok masyarakat lama kelamaan akan membentuk suatu kebudayaan. Setiap kebudayaan memiliki struktur sosialnya sendiri. Indonesia mempunyai banyak daerah dengan kebudayaan yang beraneka ragam. Hal ini menyebabkan beraneka ragam struktur sosial yang tumbuh dan berkembang di Indonesia.
Hal-hal yang memengaruhi struktur sosial masyarakat Indonesia adalah sbb:
a. Keadaan geografis
Kondisi geografis terdiri dari pulau-pulau yang terpisah. Masyarakatnya kemudian mengembangkan bahasa, perilaku, dan ikatan-ikatan kebudayaan yang berbeda satu sama lain.
b. Mata pencaharian
Masyarakat Indonesia memiliki mata pencaharian yang beragam, antara lain sebagai petani, nelayan, ataupun sektor industri.
c. Pembangunan
Pembangunan dapat memengaruhi struktur sosial masyarakat Indonesia. Misalnya pembangunan yang tidak merata antra daerah dapat menciptakan kelompok masyarakat kaya dan miskin.

3. Dapat berubah dan berkembang
Masyarakat tidak statis karena terdiri dari kumpulan individu. Mereka bisa berubah dan berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Karenanya, struktur yang dibentuk oleh mereka pun bisa berubah sesuai dengan perkembangan zaman.

Ø  Fungsi Struktur Sosial

1. Fungsi Identitas
Struktur sosial berfungsi sebagai penegas identitas yang dimiliki oleh sebuah kelompok. Kelompok yang anggotanya memiliki kesamaan dalam latar belakang ras, sosial, dan budaya akan mengembangkan struktur sosialnya sendiri sebagai pembeda dari kelompok lainnya.


2.   Fungsi Kontrol
Dalam kehidupan bermasyarakat, selalu muncul kecenderungan dalam diri individu untuk melanggar norma, nilai, atau peraturan lain yang berlaku dalam masyarakat. Bila individu tadi mengingat peranan dan status yang dimilikinya dalam struktur sosial, kemungkinan individu tersebut akan mengurungkan niatnya melanggar aturan. Pelanggaran aturan akan berpotensi menibulkan konsekuensi yang pahit.



3. Fungsi Pembelajaran
Individu belajar dari struktur sosial yang ada dalam masyarakatnya. Hal ini dimungkinkan mengingat masyarakat merupakan salah satu tempat berinteraksi. Banyak hal yang bisa dipelajari dari sebuah struktur sosial masyarakat, mulai dari sikap, kebiasaan, kepercayaan dan kedisplinan.

sekian dulu ya kawan yang stratifikasi dan diferensiasi besok menyusul. semoga artikel sebut bermanfaat bagi kalian. terima kasih  SALAM SUKSES


Wawancara Sedeng !!

Jumat, 01 November 2013

Paduan Suara



Ini adalah paduan suara para Dewan Tonti. Mereka ini adalah beberapa siswa SMA N SEWON yang berjabatan sebagai Dewan Tonti. Tak perlu disebutkan orangnya siapa-siapa saja karena kalau disebutkan nama mereka tidak ada yang bagus #haha. Dasar meraka melakukan paduan suara ini hanya iseng-iseng saja #ketok nek raduwe gawean. Padahal pada saat itu seharusnya mereka melatih upacara bendera siswa kelasX

TIPS MERAWAT CELANA JEANS




TIPS MERAWAT CELANA JEANS








Jeans  merupakan bahan pakaian yang awet. Namun, jika tidak dirawat dengan baik, warnanya bisa lekas pudar. Berikut beberapa tips cara merawat celana jeans anda tetap menarik, awet dan warnanya tidak cepat memudar:
1. Sebelum merendam atau mencuci, pisahkan jeans dari pakaian lainnya, terutama jika Anda mencuci jeans dengan pakaian lain.
2. Rendam dan cuci menggunakan air hangat agar kotoran yang melekat mudah hilang.
Jangan menggunakan bahan kimia pada bahan jeans seperti memberinya pemutih. Hal ini dapat membuat warna jeans Anda cepat memudar.
3. blus jeans, sebaiknya dicuci setiap kali habis dipakai.
4. Hindari menjemur jeans Anda di bawah terik matahari langsung.
5. Hindari menyetrika dengan suhu yang terlalu panas karena dapat menyebabkan munculnya bercak-bercak putih. Suhu yang dianjurkan adalah 60° celcius.

KONFLIK



KONFLIK


Sebanyak 198 penumpang Lion Air dengan rute Manado-Jakarta, senin pukul 10.30 Wita, mengamuk karena kepanasan di dalam pesawat selama hampir satu jam. Kabin pesawat terasa panas karena generator listrik (auxiliary power unit/ APU) untuk penyejuk ruangan rusak. Namun, penyejuk ruangan akan bisa bekerja kembali dengan menggunakan listrik dari mesin. Penumpang yang mengamuk pun membuka pintu darurat. Djoko Murjatmodjo, Direktur Angkutan Udara Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan menjelaskan, yang bisa disalahkan justru penumpang karena mereka membuka paksa pintu darurat. “Pintu darurat hanya boleh dibuka setelah mendapat perintah dari pilot atau kru pesawat. Hal ini tercantum dalam undang-undang. Jika ada yang membuka pintu itu dengan sengajadan tanpa perintah dari kru, dia bisa terkena hukuman pidana,” kata Djoko.

1.     Bentuk konflik

a.     Berdasarkan sifatnya

Konflik dari masalah diatas termasuk kedalam konflik konstruktif yang bersifat fungsional. Terjadi perbedaan pendapat antara penumpang yang kepanasan dan membuka pintu pesawat dengan Direktur Angkutan Udara dan pihak maskapai penerbangan. Hal ini bisa menjadi perbaikan dan koreksi bagi maskapai agar membenahi masalah yang terjadi, sehingga tidak terjadi kesalah pahaman lagi.

b.     Berdasarkan posisi pelaku

Konflik diatas termasuk kedalam konflik horizontal. Yaitu konflik yang terjadi antar kelompok  yang memiliki kedudukan relatif sama. Yaitu antara penumpang dengan Direktur Angkutan Udara dan maskapai penerbangan.

c.      Berdasarkan sifat pelaku

Konflik diatas termasuk dalam konflik terbuka. Sebenarnya konflik tersebut adalah konflik tertutup, namun karena berita konflik tersebut telah tersebar di beberapa media maka konflik tersebut menjadi konflik terbuka karena diketahui oleh banyak orang atau kelompok.

d.     Berdasarkan konsentrasi aktivitas manusia didalamnya

Konflik diatas termasuk konflik sosial horizontal, yaitu terjadi kesalah pahaman dan ketidaksamaan pendapat antara penumpang dengan Direktur Angkutan Udara dan pihak maskapai penerbangan.

e.      Berdasarkan cara pengelolaannya

Konflik diatas termasuk kedalam konflik antarkelompok yaitu antara penumpang dengan Direktur Angkutan Udara dan pihak maskapai penerbangan.

2.     Dampak konflik

a.     Dampak secara langsung

Dampak secara langsung dari konflik diatas adalah yaitu kerugian yang dialami penumpang atas keterlambatan penerbangan dan fasilitas penerbangan yang tidak memuaskan.

b.     Dampak secara tidak langsung

Dampak secara tidak langsung dari konflik diatas adalah berupa sebuah naggapan buruk dari orang-orang terhadap maskapai penerbangan atas insiden tersebut yang membuat para calon penumpang penerbangan berpikiran jelek terhadap maskapai penerbangan yang bersangkutan.

c.      Dampak positif

Dampak positif dari konflik diatas berupa koreksi dari pihak maskapai bahwa mereka melakukan kesalahan dan dari pihak penumpang yang juga melakukan kesalahan.

3.     Solusi

Solusi yang tepat untuk maslah diatas adalah dengan pengendalian konflik secara kompromis. Yaitu seluruh pihak yang bersangkutan dalam konflik bekerja menuju kearah pemuasan seluruh belah pihak. Mengupayakan tawar-menawar untuk mencapai pemecahan yang dapat diterima kedua belah pihak meskipun tidak sampai tingkat optimal, tak seorang pun merasa menang dan tak seorang pun merasabahwa yang bersangkutan menang atau kalah secara mutlak.